Studi Fenomena Pengalaman Penyandang Disabilitas Terhadap Ketidakadilan Akses Publik
Abstract
Penyandang disabilitas masih menghadapi kesenjangan antara ketersediaan fasilitas publik secara normatif dan pemenuhan hak aksesibilitas secara nyata. Penelitian terdahulu lebih banyak menggunakan pendekatan struktural-administratif dan yuridis-normatif, sehingga pengalaman subjektif penyandang disabilitas terhadap ketidakadilan akses publik belum banyak dikaji secara mendalam. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pengalaman, sudut pandang, perasaan subjektif, serta dampak hambatan aksesibilitas terhadap kemandirian dan partisipasi sosial penyandang disabilitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif fenomenologis dengan satu informan yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis melalui reduksi, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakadilan akses publik muncul dalam dua dimensi, yaitu struktural dan sosial-nilai. Dimensi struktural terlihat pada belum optimalnya penggunaan fasilitas prioritas sesuai peruntukannya, sedangkan dimensi sosial-nilai tercermin dari respons masyarakat yang menunjukkan belum meratanya pemahaman tentang inklusi dan hak aksesibilitas. Kemandirian informan sebagai desainer sablon menunjukkan bahwa hambatan utama tidak semata-mata terletak pada kondisi fisik, tetapi juga pada kemampuan lingkungan dalam mengakomodasi kebutuhan yang berbeda. Temuan ini sejalan dengan model sosial disabilitas dan perspektif keadilan distributif Rawls yang menekankan perlunya keberpihakan kepada kelompok yang kurang beruntung. Penelitian merekomendasikan peningkatan pengawasan fasilitas publik, edukasi masyarakat, penyediaan akomodasi yang layak, serta pelibatan penyandang disabilitas dalam perumusan kebijakan.


