Diskriminasi Rasial terhadap Masyarakat Berkulit Hitam di Kota Medan: Perspektif Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Keywords:
diskriminasi rasial, rasisme, masyarakat berkulit hitam, Pancasila, kemanusiaan yang adil dan beradabAbstract
Diskriminasi rasial merupakan salah satu persoalan sosial yang menunjukkan masih adanya kesenjangan dalam penghormatan terhadap nilai kesetaraan dan martabat manusia. Perbedaan ras, warna kulit, dan identitas kelompok sering kali menjadi dasar munculnya prasangka, stereotip, hingga perlakuan diskriminatif terhadap kelompok tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk diskriminasi rasial terhadap masyarakat berkulit hitam di Kota Medan serta mengkaji fenomena tersebut berdasarkan perspektif nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab dalam Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data penelitian diperoleh melalui kajian berbagai literatur yang berkaitan dengan prasangka sosial, komunikasi antarbudaya, pendidikan Pancasila, etika sosial, dan nilai kemanusiaan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi (content analysis) melalui proses identifikasi, pengelompokan, dan interpretasi terhadap konsep-konsep yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskriminasi rasial dapat muncul dalam bentuk stereotip, prasangka, pelabelan sosial, serta perlakuan yang tidak setara dalam interaksi masyarakat. Fenomena tersebut bertentangan dengan nilai sila kedua Pancasila yang menegaskan bahwa setiap manusia memiliki kedudukan, hak, dan martabat yang sama tanpa membedakan latar belakang ras maupun identitas fisik. Implementasi nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab membutuhkan penguatan pendidikan Pancasila, komunikasi antarbudaya, serta kesadaran sosial untuk membangun masyarakat yang inklusif dan menghargai keberagaman. Penelitian ini menegaskan bahwa penghormatan terhadap perbedaan merupakan bagian penting dalam mewujudkan kehidupan sosial yang berkeadilan sesuai dengan nilai dasar Pancasila.


