Pengaruh Tren Kuliner Asing terhadap Kesadaran Mahasiswa dalam Melestarikan Makanan Tradisional sebagai Identitas Budaya Bangsa
Keywords:
Tren Kuliner Asing, Kesadaran Mahasiswa, Makanan Tradisional, Identitas Budaya Bangsa, Pendidikan KewarganegaraanAbstract
Globalisasi budaya membawa perubahan terhadap pola konsumsi masyarakat, termasuk meningkatnya ketertarikan mahasiswa terhadap tren kuliner asing. Fenomena tersebut menimbulkan perhatian terhadap keberlanjutan makanan tradisional sebagai bagian dari identitas budaya bangsa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tren kuliner asing terhadap kesadaran mahasiswa dalam melestarikan makanan tradisional sebagai identitas budaya bangsa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan desain eksplanatori. Sebagai ilustrasi penerapan metode, digunakan data simulasi yang menggambarkan 30 responden mahasiswa dengan instrumen kuesioner berskala Likert lima tingkat. Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan regresi linear sederhana. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tren kuliner asing memperoleh skor rata-rata 3,89, sedangkan kesadaran mahasiswa dalam melestarikan makanan tradisional memperoleh skor rata-rata 3,85, yang keduanya termasuk kategori tinggi. Ilustrasi analisis regresi menghasilkan koefisien regresi sebesar -0,167, nilai signifikansi 0,045, dan koefisien determinasi sebesar 13,6 persen. Hasil tersebut menggambarkan kemungkinan hubungan negatif antara tren kuliner asing dan kesadaran pelestarian makanan tradisional. Dalam perspektif Pendidikan Kewarganegaraan, pelestarian kuliner tradisional merupakan bentuk penghargaan terhadap identitas budaya bangsa. Kajian ini menekankan perlunya penguatan literasi budaya dan partisipasi mahasiswa dalam menjaga keberlanjutan makanan tradisional di tengah perkembangan globalisasi.


